Seharian Sailing dan Hunting Komodo di Labuan Bajo

Labuan Bajo – Takdir itu memang unik. Makanya, kadang kala rezeki datang dari arah yang gak disangka-sangka. Seperti trip kali ini, takdir mengantarkan Ujame memenangkan tiket PP Pesawat GRATIS ke Labuan Bajo dari sebuah kompetisi video. Alhamdulillah akhirnya Ujame bisa merasakan, keindahan alam Labuan Bajo yang banyak dibicarakan orang. 

Terus, bagaimana nih cerita Ujame di Labuan Bajo? Seseru apa? Ada dramanya gak? Oke langsung ajalah kita bahas dan paparkan secara nyatahhh yaaa wkwkwk.. mohon siapkan cemilan biar enak, bacanya gak berasa :p 

Day 1 – Nongkrong di Escape Bajo & Hunting Foto di Jalanan Instagramable 

Hari pertama Ujame mendarat di Labuan Bajo itu siang menjelang sore, jadi, emang gak banyak spot yang bisa di eksplor. Secara, waktunya terbatas. Jadi, better nongki-nongki aja di cafe. Dan pilihan Ujame jatuh ke Escape Bajo. Sebuah cafe hitz yang banyak di review orang dan punya pemandangan yang super duper cantiiik karena viewnya langsung menghadap laut! Jadi, kalau kamuu nunggu pesanan dateng pun gak bosen gituUjame makan siang yang kemaleman di sana. Hmm btw, ada gak sih istilah makan siang dirapel sama malam? Ya kaya brunch (breakfast lunch), kalau lunch sama dinner jadi apa? Lunner? *apasih gengs wkwk 

Cafe hitz di Labuan Bajo - Escape Bajo
Cafe hitz di Labuan Bajo – Escape Bajo

Oya, untuk explore LBJ sendiri, seperti biasa, andalan Ujame ya sewa motor. Harganya 100k (75k sewa + 25k asuransi wajib). Dan tempat penyewaannya tuh persis di seberang Bandara Komodo namanya Motor Adventure Bali. Kondisi motornya baik, tahan banting dan super strong wkwk. Kenapa tahan banting dan strong? Nanti, ada cerita sendiri yaaa… 

Cerita selanjutnya di sini...
Cerita selanjutnya di sini…

Hunting Sunset yang Gagal

Dan yang kedua itu hunting foto di jalanan keren instagramable! Sebenernya sih nemu spot ini gak sengaja ya, waktu itu Ujame mau ke bukit Amalia View. Tapi karena banyak orang, jadi mager buat ke sana, Ujame lewatin doang dan balik lagi di hari berikutnya. Yaudah cari spot lain aja buat foto-foto. Eh nemu jalan ini!  

Jalanan aja cakep banget buat foto | Samping bukit Amelia View
Jalanan aja cakep banget buat foto | Samping bukit Amelia View  

Menurut Ujame sih jalanannya kece gitu karena berkelok-kelok dan turun naik, lebih lagi di kanan dan kiri ada pepohonan dan bukit, jadi unik aja gitu kombinasinya. Ya maklum saja ini di Jakarta gak ada soalnya gaiss, jadi norak banget nemu kaya gini wkwkkw. Nah kalau kamu mau foto di sini juga, pastikan tetap utamakan keselamatan ya, cek kanan dan kiri. Kalau ada kendaraan lewat ya minggir! Gak usah drama kaya di sinetron-sinetron ikan terbang, malah diem aja di tempat dan cuma teriak, “Tidaaaaaaaakkkkkkk!” -_- semoga bukan bagian dari kalian yaaa!

Udah deh, hari pertama cuma begitu ajagak makan malam di luar karna masih kenyang dan cuma makan mie instan cup yang dibeli di mini market dekat hotel wkwkwk. Jadinya Ujame cuma nyari cemilan yang niatnya sekaligus buat tester oleh-oleh, dan ketemulah Kompiang Bajo yang katanya sih khas sana. Rasanya unik dengan beragam varian rasa: original, coklat, keju, tuna dan lain sebagainya. Untuk harga tergantung rasa. Ujame beli yang original (murah cuma seribu) dan tuna 7rb. Tapi sayangnya, Kompiang Bajo ini gak tahan lama, jadi gak bisa deh dibawa pulang untuk oleh-oleh huhu.. 

Kompiang | Oleh-oleh khas Labuan Bajo yang Gak Bisa Dibawa Pulang
Kompiang | Oleh-oleh khas Labuan Bajo yang Gak Bisa Dibawa Pulang

Kesepakatan Sebelum Tidur

Hari pertama memang gak padat dan sengaja sih Ujame soalnya mau menghemat tenaga. Karena besoknya Ujame mau SAILING plus liat KOMODO~~ dan karena ikutnya open trip (maklum bukan sultan)jadinya jadwal sudah ditentukan. Baik dari titik temu sampai waktu kumpulnya. Jyujyur agak worry sih lihat waktu kumpul, yaitu antara pukul 05.00-06.00 WITA SUNGGUH HORORRR!! Karena, Ujame ini anak siang, tiap keluar kandang itu matahari langsung terik, gak bisalah datang pagi itu agak berat ini badan untuk melangkah pagi pagi wkwkwk. Maka, beginilah percakapan sebelum tidur~  

Nopi: “Besok kita harus bangun pagi ya, jangan sampai telat” 

Puti: “Iya, udah pesen sarapan juga sama pihak hotel buat di take away ambil jam 5 yak” 

Nopi: “Ok, secara kalau open trip kita yang dateng belakang terus, dah gak boleh lagi” 

Puti: “Iyak, yuk tobat!!” 

Dan keesokan harinya…. 

Day 2 – One Day Trip Sailing Komodo 

KAMI TELAT DAN DATANG TERAKHIR!! Wkwkwk. Mohon maaf lahir batin ya kepada teman-teman trip semuaaaa hahahaUjame datang jam 06.10 WITA, sungguh jiwa telat sudah mendarah daging sarapan yang pesen jam 05.00 WITA akhirnya baru diambil pas otewe dan makannya di kapal. Untung, teman-teman tripnya super santuyy dan selow, jadi pas Ujame nyampe gak dijutekin wkwkwkOke lanjuuutttt!!! 

Paket Open Trip sendiri isinya berkunjung ke 4 tempat. Yaitu: Pulau Padar, Pink Beach, Pulau Komodo dan Pulau Kelor dengan total perjalanan selama 13 jam. Paket OT-nya sendiri Ujame pesan di travel**a dengan harga 600.000/orang. Dan biaya tadi belum termasuk HTM ke Taman Nasional Komodo yaitu 150.000/orang. Tambahan biayanya diminta oleh crew di kapal pas hari H.  

Open Deck Sailing

Kapal yang Ujame naiki sendiri bentuknya open deck, jadi terbuka gitu. Selain murah meriah, bagi Ujame super seru!!! semriwiiiing kalau kena angin. Lebih lagi, Ujame paling demen duduk di ujung kapal kalau lagi sailing, berasa santuy-nya hahaha. Untungnya, Allah Maha Baik, tripnya dikasih cuaca yang bersahabat selama perjalanan. Dan baru deh, setelah beranjak dari destinasi terakhir, setengah perjalanannya langsung diguyur hujan deras. No worries, karena trip udah selesai.  

Taken by Gisna hahaha dalam rangka santuy di Pantuy
Taken by Gisna hahaha dalam rangka santuy di Pantuy
  • Trekking di Pulau Padar, Naik 800an Anak Tangga 

Rasanya gak nampolkalau ke Labuan Bajo gak naik ke bukit Padar trus dapetin foto yang instagramable di puncaknya. Kalau udah foto di Padar, tandanya udah SAH ke Labuan Bajo. Betul gakHahahaTapiii.. buat dapetin foto itu, butuh perjuangan gaisss! Kita mesti naik 800an anak tangga buat sampai di Puncak-nyaKebayang gak gimana capeknya? Wkwk 

Jadi, kalau kamu ke bukit Padar, pastikan banget kamu dalam kondisi yang prima, pakai sepatu yang nyaman, tidur cukup, minuman vitamin dan PENTING NIH, BAWA AIR MINUM! Jangan harap ada Indomaret atau Alfamart di puncaknya ya, gak ada sama sekali yang jualan air mineral. Emang dasar Ujame itu careless banget orangnya, air minum kami udah abis duluan pas di kapal, jadi pas nanjak sama sekali gak bawa minum huhu. Alhasil, lelah, kepanasan dan tenggorokan kering. Untung aja gak pingsan.  

Baca Juga: Baduy: Mesin Waktu yang Menawarkan Pesona Keindahan, Pembelajaran dan Rasa Syukur

Ranger Siap Sedia Menemanimu

Untuk naik ke bukit Padar, kamu gak bisa nyelonong naik sendirian, tapi setiap rombongan ditemani dan diawasi oleh ranger (sebutan untuk pemandu). Mereka akan menemani kamu menanjak bukit Padar. Sebelum sampai puncak, bukit Padar punya 2 pos. Pos pertama, saat pertengahan tangga (berarti sekitar 400 anak tangga) dan pos kedua yang gak jauh dari puncak. Kalau kata rangernya“Beda 50 anak tangga lagi buat sampe puncak”. Dan qadarullah gais, Ujame cuma sampe pos 2 karena kelelahan. Hmm… kalau bawa minum mah sanggup kok, sanggup wkwkwk. 

Haiiiii, mas ranger~ ranger apa mas? wkwk
Haiiiii, mas ranger~ ranger apa mas? wkwk

Sebenarnya gak terlalu beda foto di pos 2 dan puncak, karena pemandangannya sama. Tapi kalau di puncak lebih tinggi aja sih, dan di kamera jadi lebih luas gitu dapet jepretannya. Paham kan ya? hehehe. Tapi percayalah gais, rasa lelah itu terbayarkan dengan panorama pamandangan yang terpampang nyata indahnya di depan mata. Hamparan luas laut yang biru dan pemandangan bukit-bukit kecil di sekelilingnya yang saling berhimpitan satu sama lain. CAKEP BANGET YA ALLAH!!!  

Pos 2 - Bukit Padar,Labuan Bajo
Pos 2 – Bukit Padar,Labuan Bajo
  •  Snor(keliiiiiing) di Pantai Merah Jambu

Setelah berpanas-panas ria di Bukit Padar, selanjutnya, emang paling pas buat main air biar segerrrr hahaha jadipas lah, Ujame langsung diajak ke Pink Beach. Pantai hits dengan sejuta pesonanya yang terkenal sampai ke Mancangera. Pantai ini punya landscape Bukit Sabana yang keren, memiliki ciri khas pasir laut bewarna pink yang mana ini menjadi keunikan tersendiri, dan air laut yang jernih. Aseeelliiih, pantainya memang cantikkkkkk banget, gais!

Pink Beach, Pasirnya beneran merah muda
Pink Beach, Pasirnya beneran merah muda

Tapi, Ujame sedikit menyayangkan, karena saat di Pink Beach kami gak dikasih waktu lama. Cuma sekitar 30 menit. Seharusnya, jadwal di Pink Beach itu snorkeling. Ekspektasinya, Ujame diajak ke spot snorkeling yang banyak ikan dan puas berenang bareng ikan-ikan, sperti di Belitung beberapa tahun lalu. Dan realitanya, perahu menepi di bibir pantai, terus peserta open trip hanya bermain di pinggir pantai, foto-foto dan main air ciprat-ciprat aja. ASELIH, BETEEE!! sayang banget kaaan.

Untungnya, keindahan Pink Beach menyihir kami semua. Meskipun gak jadi snorkelin dan malah jadinya snor(keeeliiiing) karena kulit semakin menghitam dan belang, namun hari alhamdulillah cukup terpuaskaan.

  • Fan Meeting dengan Si Dragon yang Terancam Punah

Lanjuuuutt maning, setelah ‘ngobak’ di Pink Beach, spot selanjutnya langsung ke Pulau Komodo. Saat berwisata ke Pulau Komodo, pastika kamu pakai pakaian yang tidak basah dan sedang tidak datang bulan (untuk wanita). Why? karen, penciuman Komodo dangat tajam, gak pengen kan ke sana malah menyerahkan diri buat jadi mangsa? wkwk

Jadi, buat yang abis main air di Pink Beach, pastikan kamu ganti pakaian yang kering ya~ oh ya, di Pink Beach sendiri gak ada toilet ataupun kamar ganti, jadi ganti bajunya mau gak mau di perahu dalam keadaan yang amat terbatas (kebetulan perahunya ada toilet kecil).

Oke lanjutttt… buat masuk ke Pulau Komodo, kamu gak bisa luntang lantung jalan sendirian! Lagi- lagi, romobingan perlu didampingi ranger yang bertugas memberikan keamanan pada wisatawan maupun pada komodo itu sendiri selama wisata. Sebelum hunting Komodo dimulai, ranger akan memberikan opsi ke rombongan mengenai jalur yang akan ditempuh oleh wisatawan. Pendek, menengah atau panjang, yang mana keriga jalur ini sama-sama akan bertemu dengan Komodo, hanya saja jalurnya yang berbeda. Mungkin, semakin jauh akan semakin masuk ke hutan dan terasa petualangannya.

Siap-siap hunting si dragon
Siap-siap hunting si dragon

Jalur Para Pemberani

So, kalian bisa tebak rombongan Ujame yang isinya para pemberani ini pilih yang mana?? OH YA BENAR!! Sudah pastiiii, kami memilih JALUR PENDEK!!! hahaha bahkan kalai bisa “Komodonya aja yang nyamperin kita bisa engga?”, celetuk salah satu peserta wkwkw, YTak kami memang kelelahan trekking di Bukit Padar.

Anak kodomo, eh Komodo
Anak kodomo, eh Komodo

Dan bener aja, gak perlu waktu lama, kami menemukan anak Komodo (lucu deh) iya,beneran lucu kalau masih kecil, coba kalau udah gede (?) ahaha. Ranger menjelaskan bahwa Komodo memang harus diberi jarak satu sama lain, apalgi Komodo yang masih kecil. Kalau berada di satu lembah yang sama, bisa terancam populasinya. Karena Komodo hewan karnivora sekaligus kanibal, dia pemakan daging dan juga pemakan sebangsanya sendiri. Dan dia juga bisa makan manusia! itulah kenapa kita perlu banget didampingi oleh ranger.

We found you! bapak Komodo. Lucu, tapi buas...
We found you! bapak Komodo. Lucu, tapi buas…

Setelah bertemu dengan anak Komodo, akhirnya kami berjumpa dengan Komodo gedePlease, jangan tanya ya itu emaknya atau babehnya, meneketehe ya gais, untuk berfoto dengan Komodo juga gak bisa deket-deket, perlu physical distancing (bukan manusia doang yak). Dan orang-orang yang fotonya deket sama Komodo itu sebenarnya hanya trik dan tipuan kamera belaka, bukan benar-benar di sampingnya tapi di belakangnya. Pas foto pun jangan terlalu banyak bergerak yang mengundang si dragon berbalik badan, bisa modar nanti yang ada gais. hahaha

  • Menanti Senja di Pulau Kelor 

Inilah spot terakhir yang dikunjungi dalam rangkaian Open Trip Sailing + Komodo 13 jam. Gak cuma di Kepulauan Seribu yang tinggal nyebrang dari Jakarta, ternyata nama Pulau Kelor juga ada di Labuan Bajo. Pulau ini terbilang cukup sepi, dan suasananya memang menenangkan. Jadi cocok banget buat tempat leyeh-leyeh, meregangkan otot setelah trekking di Bukit Padar, snorkeliiiing di Pink Beach dan berburu Komodo. Ujame sendiri, cuma duduk-duduk aja sambil makan pop mie, sembari ngobrol ringan dan bercengkrama dengan beberapa teman-teman sesama peserta OT. Karena keasyikan ngobrol, gak terasa, waktu berlalu begitu cepat hingga matahari mulai terbenam. Dan pemandangan terbenamnya sang surya tersebut menjadi hal yang menarik buat dikenang. 

Pulau Kelor, tempat untuk bersantuy ria~
Pulau Kelor, tempat untuk bersantuy ria~

So, gak ada aktifitas apa-apa dong di Pulau Kelor? Ada kok, kalau kamunya mau, tapi karena Ujame lelah, ya mending istirahat aja hahaha. Di Pulau Kelor, kamu bisa trekking juga di bukitnya, sama kaya di Bukit Padar. tapi memang, gak sepanjang Bukit Padar. Untuk pemandangannya sendiri, Pulau Kelor gak kalah cantik kok! Pas Ujame ke sana, Bukit Padar itu gersang bangeeeeeet, sedangkan Bukit Kelor bewarna hijau segar! Jadi sebenernya kalau Ujame naik, pasti bakal dapat dua pemandangan yang berbeda hehehe 

Dan untuk aktifitas air, sebenarnya kalau mau snorkeling di Pulau Kelor juga bisa, karena airnya juga jernih dan ombaknya tenang. Tapi guide kami gak menjadwalkan snorkeling di Kelor, tapi di Pink Beach.  

Kesan dan Pesan Ikut Open Trip  

Karena ikut Open Trip, pastinya penumpangnya bukan Ujame doang yekan, dan takdir mempertemukan Ujame dengan teman-teman baru yang gokil dan super seru! Perkenalannya singkat, tapi karna nyaman kok ya berasa udah dekat wkwkwk. Ada Azhar dari Aceh, Michael dari Manado, Gisna & kak Mimi dari Makassar.  

New place, new friend :)
New place, new friend 🙂

Dan sebenarnya gak cuma mereka, ada dua lagi yang lebih gokil, mereka Ranci dan Ester dari Riau, tapi memang belum sempat ngobrol banyak secara langsung, ngobrolnya via DM pas udah pulang wkwk. Ada juga kakak dari Bali yang cantik dan Ujame numpang foto di HP-nya (kameranya bening cuy, maklum ipon cebelas telbalu) tapi sayangnya, Ujame lupa nanya nama hahaha. Ya udah pokoknya membaur gitu aja. Terima kasih semesta, telah mempertemukan kami semua! 

Okeeeee, udah berakhir cerita perjalanan Ujame selama dua hari pertama di Labuan Bajo!!! Ingeeeet, masih dua hari pertama, Ujame MASIH ADA CERITA 2 HARI SELANJUTNYA!!! yang mana lebih dan lebih emosional wkwkwk. Yaitu, Bagaimana Ujame menaklukan Jalan Trans Flores selama 14Jam dan sejauh 300km dengan road trip motoran? XD ditunggu di cerita selanjutnya. 

Mungkin kamu juga suka ini

31 Komentar

  1. Alhamdulillah rezeki ya trip ke Labuan Gajo dapat tiket PP gratis. Wah asyik juga ada sewaan motor ya di sana jadi praktis & gampang kalau mau kemana-mana.
    Sayang banget gak bisa bawain oleh-oleh Kompiang ya. Sru banget aku jadi pingin ke sana, nunggu ada yg ngajak 🙂

  2. Duh lihat ini jadi teringat kenangan beberapa tahun yg lalu ke Labuan Bajo, perasaan baru kemaren deh hehe…. mudah2an bisa ke sana lagi bareng keluarga.. Aamiin Allohumma Aamiin

  3. UJAMEEEEEE INI DUO GADIS TRAVELER FAVORIT AKU. Eh maaf capslock. Hahahaha. Atuh da saking amazednya sama cerita perjalanan kalian kemana pun kalian pergi aku berasa jadi bayangan. Suka banget ngikutin stories di IG dan dilengkapi dengan cerita lengkapnya di blog. POKOKNYA WISH LIST AKU KE LABUAN BAJO. AAMIIN :*

    Barakallah tabarakallahu. Love you both, girls.

    1. uuuhhh makasih banget kak Ziaaaaaa :* hahaha seneng deh kalau ada yang suka sama cerita perjalanan Ujame. AAMIIN AAMIIN YA RAABB SEMOGA KA ZIA BISA NYUSUL KE LABUAN BAJO :*

      Wa fik Barakallahu, Love you to kak Ziaa

  4. kece badai memang tuh spot foto wajib di labuan bajo ya di atas bukitnya tuh kece viewnya memang indah banget ya, apalagi di pink beachnya juga tuh ulala, gak perlu ke luar negeri, dalam negeri byk surga wisata ya

    1. hahaha betul banget spot wajib foto di bukit padar tapi tetep harus siap fiksik yaaaak. iyaaaap Indonesia banyak tempat yang gak kalah bagus dan indah pastinyaaa

  5. aduh si neng-neng ini udah jalan-jalan aja. Mana ke destinasi favorit. Maulah ke Labuan Bajo dan lihat alam serta komodonya. Semoga kesampaian bisa ke sana nanti kalo pandemi beres. Aamiin. 😀

  6. Bukan sultan saja, Ujame sudah bisa jalan-jalan gitu, hihihi.
    Suka iri campur mupeng kalau baca cerita perjalanan mbak deh. Apalagi ke Labuan Bajo ini, pingiin juga. Tapi saya tidak mau dekat-dekat komodo deh, takut.
    Eh, ada orang Makassar juga temannya, titip salam kenal ya sama sekampungku itu

    1. hahaha misi Ujame suskses berarti bun kalau bisa bikin bunda mupeeeng. Aamiin semoga bunda Dawiah bisa juga mampir ke Labuan Bajo, siap bun nanti salam nya aku sampaikan yaa hihi

    1. boleeeh kaaaak, boleh banget snorkeling. Itu aslinya gak deket banget kak sama komodonyaaa. Abang yang motoin jago jadi seakan akan deket sama komodo hihhi

  7. Sayang banget ya yang pas di pink beach ga bisa lama-lama. Padahal aku pengin banget tau keseruan pas jalan-jalan di situ. Secara anak pantai niiih eike. 😉
    Tapi selalu seru deh cerita Ujame kalau pas ngetrip gini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.